"Nikah, Mudah atau Susah?" | Catatan Akhwat

Admins     11.30  No comments
Dulu, saya mengira setiap orang yang mau menikah di usia muda itu berarti sudah pasti siap lahir batin untuk membangun rumah tangga.

Saya sendiri sudah bersiap-siap menikah sejak SMA, saya baca berbagai buku tentang pernikahan, baik dari tinjauan psikologis, agama, kesehatan, bahkan buku-buku yang bercerita tentang tragedi pernikahan seperti perselingkuhan, poligami, dllsb. Saya baca semuanya memang untuk mempersiapkan mental.

Pikiran saya saat itu sederhana saja... Kalau cepat atau lambat saya pasti menikah, kenapa tidak bersiap-siap? Kalaupun ternyata jodoh saya tidak ada di dunia ini, setidaknya Allah sudah melihat usaha saya. Target saya, usia 19 tahun saya sudah siap menikah.

Saya juga sudah melobi orangtua agar diizinkan nikah muda, padahal saat itu saya belum punya calon. Saya juga sudah bicarakan ke dua orang kakak perempuan saya kalau saya minta izin menikah duluan. Saya sedemikian bersiap-siap karena saya menganggap pernikahan adalah hal yang penting.

Sedangkan untuk mendapatkan pekerjaan bagus saja, teman-teman saya rela belajar tinggi-tinggi sampai S1, S2, mengeluarkan uang yang cukup banyak, rela membeli berbagai judul buku, begadang untuk mengerjakan tugas, maka logika saya adalah... Aneh banget kalau untuk pernikahan, yang dipersiapkan hanya masalah gedung resepsi, calon pengantinnya, dana hajatan, menu catering, kocak! Padahal sebagian besar orang menghabiskan usianya dalam bingkai pernikahan.

Bagi saya, siap-siap nikah itu lebih penting pada visi-misi dan juga mental. Mental untuk mau memberi dan diberi, mental untuk mau mengerti dan dimengerti, mental untuk menerima kelebihan dan juga kekurangan pasangan, mental untuk dapat menerima perbedaan. Dalam pikiran saya, menikah itu bukan finish, melainkan start!

Makanya saya cukup syok mendapati fakta bahwa banyak juga perempuan/akhwat yang menikah muda tapi tanpa persiapan, mereka cuma berpikiran enaknya menikah, kalau jodoh udah datang yaa jangan ditolak, daripada pacaran mending langsung nikah. Yaa... Bener sih, tapi pernikahan kan nggak sesederhana itu!

Bayangkan kalau setelah menikah ternyata langsung hamil, kondisi tubuh dan mood perempuan hamil tuh beda banget loh! Cium bau asap knalpot aja bisa mual, bawaannya jadi males dan gampang emosi.

Belum lagi kalau sudah lahiran, mengurus anak tanpa adanya persiapan mental menjadi seorang ibu, bisa berabe! Ditambah lagi, banyak juga yang meskipun memakai KB, tetap tidak mempan, akhirnya tiap tahun melahirkan. Terbayang bagaimana kondisi psikis seseorang yang menikah tanpa persiapan? Masih banyak kasus-kasus lainnya yang membuat pernikahan tampak susah, sebenarnya bukan pernikahannya yang susah, tapi karena kitanya yang tidak mempersiapkan diri dengan baik.

Ibarat mau menghadapi ujian, tapi nggak pernah belajar materi ujiannya, ketika dirasa soalnya susah-susah yaa jangan salahkan siapa-siapa. Sedangkan orang-orang yang sudah mempersiapkan diri saja belum tentu bisa jawab soal ujian dengan baik... Ya kan?

Saya ingin mengatakan bahwa segala sesuatu sebenarnya relatif mudah asalkan kita persiapkan sebelumnya. Terutama adalah mempersiapkan hati/ mental. Saya sendiri telah merasakan perjalanan 7 tahun pernikahan, alhamdulillah pernikahan membuat saya lebih dewasa dan bahagia. Jadi lebih menghargai perbedaan, lebih mampu memaknai tanggungjawab, lebih dapat menikmati hidup.

Badai besar pernah menerpa rumah tangga kami, sekarang sudah berlalu, tapi bukan tidak mungkin di masa depan akan ada lagi, tapi alhamdulillaah... Yang namanya rumus hidup itu memang sederhana saja, jadi... Apapun persoalannya, rumusnya yaa itu-itu saja, demikian juga dalam pernikahan.

Jika ingin pernikahan terasa mudah, sebelum menghadapinya, persiapkanlah diri terlebih dulu. Baik secara materil, terlebih lagi non materil. Walaupun pernikahan ibarat berenang, tidak mungkin bisa jago hanya dengan membaca teori, melainkan harus langsung praktek. Tapi kalau tanpa persiapan apa-apa, bisa jadi tenggelam cuma karena kaki keram. Konyol kan? Betapa banyak pernikahan karam hanya karena masalah sepele, misalnya karena tidak mengerti perbedaan komunikasi laki-laki dan perempuan.

Kalau ingin merasakan pernikahan yang susah, tidak perlu siap-siap, hindari saja pernikahan sebisa-bisanya. Namun yang namanya fitrah, makin dihindari... Ironisnya justru makin mendekat.

Sekarang, pilihan di tangan kita. Tidak pernah ada kata terlambat atau terlalu cepat untuk sebuah persiapan. Bersiap-siaplah, sisanya... Percayakan pada Allah saja! Ia paling tahu yang terbaik untuk diri kita.

Semoga Allah kan selalu memudahkan dan memberkahi setiap urusan kita, termasuk urusan membina rumah tangga. Aamiin.

(Syamsa Hawa)

_______
*Penulis dengan nama asli Shinta Dewi Indriani ini merupakan Pemimpin Redaksi Annida (2011-sekarang). Lulusan Sastra Cina, UI 2008.

sumber: http://annida-online.com/artikel-9359-nikah-mudah-atau-susah.html

Upah Buruh Versi BKPM?

Admins     09.03  No comments
CT Sambut Baik Konsep Upah Versi BKPM

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tengah menyiapkan formula penetapan upah yang dinilai lebih adil bagi pekerja, investor, dunia usaha maupun pemerintah. Usulan tersebut disambut baik Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang baru Chairul Tanjung.

Demikian diutarakan Kepala BKPM Mahendra Siregar usai menghadiri rapat koordinasi dengan Menko Perekonomian di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terkait beberapa prioritas utama BKPM yang menjadi prioritas dalam sisa lima bulan sisa waktu pemerintahan, Jakarta, Selasa (20/5/2014).

“Kurang lebih sama (tanggapan Menko) dengan yang saya usulkan bahwa isu yang memang harus kita hadapi terlepas pemerintahan yang ini atau yang akan datang harus kita selesaikan,” tutur Mahendra.

Seperti diketahui, dengan melakukan komunikasi yang intens dengan beberapa pemangku kepentingan serta dewan penetapan upah, BKPM tengah merumuskan sebuah formula penetapan upah yang dirasakan lebih adil bagi semua pihak.

“Benar dari segi periode memang putusannya pas di pemerintahan baru. Tapi dari segi persiapan kan gak bisa dalam dua atau tiga hari gitu keluar begitu saja. Jadi terus jalankan persiapannya nanti dilihat bagaimana prosesnya lebih lanjuta,” terangnya.

Mahendra menjelaskan, kurang lebih sembilan provinsi upah minimumnya telah berada di atas standar komponen hidup layak (KHL). Yang menjadi masalah, lanjutnya, adalah ketika besaran upah minimum dinaikan, tidak ada aturan yang bisa mengatur soal nasib besaran upah para pekerja yang upanya sudah berada di atas KHL.

“Sekarang karena yang untuk di atas KHL itu tidak ada sistemnya maka yang dipakai adalah kalau yang di bawah KHL untuk upah minimum naiknya 10 persen, naiknya 30 persen maka yang di atas KHL naiknya 30 persen juga. Itu yang namanya upah sundulan. Padahal kan basisnya apa? Lalu siapa yang bisa menanggung?” jelasnya.

Menurut dia, seharusnya para pekerja yang telah diupah di atas standar besaran KHL, proses kenaikannya didasarkan pada tingkat produksivitasnya dan tidak bisa didasarkan lagi pada KHL.

Mahendra mengaku telah membangun komunikasi dengan berbagai stakeholder terkait guna memperoleh hasil yang lebih lengkap. “Saya juga konsultasi dengan dewan pengupahan nasional dan juga beberapa serikat pekerja dan apindo, mudah-mudahan lah ini kita bisa berjalan terus. Apakah nanti merupakan keputusan dari pemerintah ini ataukah pemerintah yang akan datang,” pungkasnya.

http://economy.okezone.com/read/2014/05/20/20/987616/ct-sambut-baik-konsep-upah-versi-bkpm

KEMISKINAN MENGGUGAT | Oleh @ErieSudewoID

Admins     20.30  No comments
Simpul terkuat negara terletak pada simpul terlemahnya, yaitu kemiskinan. Lalu, bagaimana jika #KemiskinanMenggugat ?

1. Rasulullah SAW bersabda: “Bisakah kita tidur nyenyak sementara tetangga di sebelah kelaparan”. Pesan sederhana, tapi daleeem bingit ...

2. Bersyukurlah yg kaya. Dg kekayaannya, dia leluasa bantu fakir miskin. Tak usah bantu satu kampung. Atasi 1 orang miskin saja, masya Allah

3. Bersyukurlah yg cerdas. Cerdasnya bisa atur strategi dan cara utk atasi kesulitan orang miskin. Maka subhanallah, social entrepreneur

4. Beruntunglah org kaya & org cerdas, berkolaborasi atasi kemiskinan. Jalinan sinerji ini jadi kekuatan dahsyat. Memang, Allahu Akbar

5. Rogoh kocek keluarkan ZIS itu mulia. Tapi manajemen meyakini, membuat organisasi itulah karya sesungguhnya | #KemiskinanMenggugat

6. Dengan organisasi, kerumunan dibariskan. Langkah diayunkan serentak. Kekuatan dipadukan. Lalu visi jadi biduk kemana organisasi bergerak

7. Pepatah Arab bilang: “Jika kau ingin cepat, jalanlah sendiri. Jika ingin berjalan jauh, melangkahlah bersama-sama” | #KemiskinanMenggugat

8. Ketika kau ingin bekerja sendiri, kemampuan menyelesaikan hanya tergantung pada dirimu semata | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

9. Ketika kau tak ingin bekerja sendiri, pekerjaan bukan hanya lebih ringan, tapi dengan tim banyak hal bisa dicapai | #KemiskinanMenggugat

10. Saat rogoh kocek sendiri, dasar kantong langsung tersentuh. Itulah kocek kita, dangkal. Alias uang terbatas | #KemiskinanMenggugat

11. Atasi si miskin sendirian, sehebat-hebatnya ya begitu-begitu saja. Saat kita sakit, redup sudah kemampuan bantu membantu. Selesai kan!

12. Di organisasi, yg kita tak mampu pun bisa terwujud. Buat sekolah, pabrik, home industry, kampung wakaf dan perumahan si miskin

13. Dan yg harusnya paling beruntung adalah pejabat negara. Mereka punya jabatan, kekuasaan, wewenang, uang dan organisasi --> pemerintahan

14. Apapun yang dilakukan pejabat negara jelas sah. Negara punya kebijakan, kita tak bisa apa-apa. Buat UU, kita tak tahu dan tiba-tiba ada

15. Lalu mengapa negara makin sulit capai welfare state? Bicara ke-MAMPU-an harusnya sudah selesai. Sebab seluruhnya sudah di tangan pejabat

16. Soal ke-MAU-an, ini masalahnya. MAMPU dan MAU berbeda. Banyak yang mau tapi tak mampu. Ada yang mampu tapi tak mau #KemiskinanMenggugat

17. Pertanyaannya kini: “Sungguh-sungguhkah pejabat MAU bekerja demi kemakmuran bangsa?” Soal fasilitas, bukankah sudah lebih dari cukup?

18. Kelola negara itu ibarat kelola keluarga. Dengan normal-normal saja, masing-masing keluarga punya cara dan ikhtiar atasi kesulitan hidup

19. Jika anda dari keluarga normal, lebih sulit mana : Atasi kemiskinan keluarga atau hendak jadi kaya raya? #KemiskinanMenggugat

20. Mengapa jadi sulit, sebenarnya kembali pada cara berpikir dan keinginan kita sendiri. Penuhi kebutuhan lebih mudah daripada keinginan

21. Pertama, lihat, sebelum menikah, laki-laki dan perempuan sudah mimpi model keluarga, punya berapa anak dan rumah mungil pun cukup

22. Tanpa sadar inilah rencana. Punya 1 atau 10 anak, itu SUNNAH. Tinggal kita jelaskan nanti ke malaikat alasan mengapa 1, 3 atau 10 anak

23. Saat punya anak, WAJIB kita pelihara baik-baik. Jika tak sungguh-sungguh merawat, khawatir ini jadi beban tanggung jawab kita pd Allah

24. Saat berpikir ingin punya anak, beda dengan merawat. Berpikir mudah, merawat? Bukan hanya rezeki. Tapi ada hidup setelah mati kan?

25. Bangun gedung 50 lantai mudah. Tapi membangun 1 jiwa anak, sampai Yaumil Akhir tak selesai. Bangun 10 jiwa anak? #KemiskinanMenggugat

26. Apakah jiwa dalam diri kita sebagai orang tua sudah betul terbina untuk tunduk padaNya? Selain hati kita, hanya Allah yang Maha Tahu

27. Ulat bulu, belatung dan semut memang sudah dijamin rezekinya. Tapi ingat binatang makan sesuai kebutuhan dan hanya sekadar untuk hidup

28. Hawa nafsu manusia berbeda. Keserakahan kita ingin lahap apapun untuk 7 turunan. Tatanan rusak, yang imbasnya menjungkal siapapun

29. Saat tak mampu penuhi kebutuhan anak, bukankah ini bencana? Bencana itu akibat orang lain, atau punya anak kita anggap hal kecil?

30. Saat anak-anak terlantar, kurang makan dan pendidikan, bukankah kita ikut lahirkan dan tambah deret kemiskinan? #KemiskinanMenggugat

31. Kemiskinan ada dalam diri kita dan keluarga. Semua diawali dari kita sendiri. Salah kelola nafsu, hasilnya salah pikiran. Itu sumbernya

32. Saat kemiskinan melilit, mudahkah kita ajak anak-anak sujud pada Allah? Hilang nyawa, mati namanya. Hilang iman, itulah 'KIAMAT'

33. Pejabat negara seperti kepala keluarga. Mesti adil, tak berat sebelah, ikhtiar ada sumber rezeki, tak boros, tak curang, tegakkan aturan

34. Dan ternyata jangan-jangan sumber masalah di hasrat dan cara berpikir. Ketika pejabat negeri punya kepentingan sendiri, maka rusaklah

35. Ibaratkan di keluarga. Bapak kolaborasi dengan ibu dan anak-anak yang kuat dan cerdas | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

36. Asset keluarga sebisa-bisanya dikuasai. Lalu kuasai pula tatanan hukumnya | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

37. Anak-anak yang lemah tak diurus. Anak-anak yang 'cacat', maaf, tak terpikir. Mereka makan atau tidur dimana, itu urusan masing-masing

38. Saat ada keributan, kerahkan anak yang kuat. Saat ada tuntutan ini itu, beri subsidi. Jika subsidi memberatkan, saatnya nanti cabut lagi

39. Saat anak kesayangan salah, reaksi lambat. Saat yang bukan kesayangan bermasalah, segera tindak. Hukum memilih terhukum

39a. Keluarga kisruh, peta terbelah. Anak kesayangan makin kuat dan kaya. Anak bukan kesayangan tersisih, lemah dan tak berdaya

40. Keluarga kisruh, peta terbelah. Anak kesayangan makin kuat dan kaya. Anak bukan kesayangan tersisih, lemah dan tak berdaya

41. Kira-kira apakah gambaran ini cocok dengan kemelut di Indonesia? Ya tidaknya,tergantung posisi | #KemiskinanMenggugat #CharacterBuilding

42. Esok 6 Sept’14, kita kupas lagi. Agar lebih luas dan mendalam, tentu butuh kupasan anda juga. Jangan ragu, lontarkan pandangan anda

(Kultwit pagi @ErieSudewoID edisi Jumat, 5/9/2014)

Edisi sebelumnya: BAHAYA KEMISKINAN

Intoleransi di Bali, Picu Disintegrasi

Admins     14.30  No comments
Kebhinekaan telah lama menjadi pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia. Akhir-akhir ini kebhinekaan terusik karena ada sekelompok orang yang coba memaksakan kehendak terhadap kelompok lainya; Pelarangan penggunaan kerudung bagi siswi sekolah di Bali, aksi-aksi demontrasi menentang penggunaan kerudung dan peci hitam oleh karyawan sejumlah perusahaan untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri, serta adanya penolakan atas keberadaan Bank Syari’ah di Bali, oleh elemen-elemen masyakarat Bali merupakan kenistaan terhadap kebhinekaan bangsa ini.

Heri Aryanto, Direktur Hak Asasi Manusia PAHAM (Pusat Advokasi dan Hak Asasi Manusia)  Indonesia menyatakan tindakkan intoleransi tersebut adalah tidakan yang melanggar konstitusi Negara dan dapat memecah sendi-sendi keberagaman yang sudah ada sejak sebelum bangsa ini merdeka hingga saat ini; dimana kebebasan beragama adalah hak asasi yang dilindungi konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pelarangan tersebut merupakan bentuk ketidak dewasaan masyarakat dalam memaknai pluralism dan sikap toleransi yang sangat memperinhatikan," ujar Heri dalam rilis tertulis kepada media di Jakarta. (4/9/2014).

Sikap Intoleransi bisa saja ada dalam setiap kelompok tertentu namun hal ini tidak dibenarkan dan sikap Intoleransi adalah musuh bersama bangsa ini; Bali dengan keindahan alam yang menjadi salah satu tujuan wisata Turis Asing di Indonesia sudah sepatutnya memberikan ruang yang cukup lebar bagi sikap toleransi dan penghargaan nilai-nilai yang dianut oleh orang lain. Sikap Toleransi yang selama ini menjadi perisai bagi bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman-ancaman dari luar merupakan perisai utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tegas Heri dalam siaran persnya.

Industri Indonesia Payah, Cuma Andalkan Buruh Murah dan SDA

Admins     11.00  No comments
Pengusaha Rachmat Gobel mengaku kecewa dengan keberadaan industri di Indonesia yang tidak memberikan nilai tambah untuk negara. Industri yang ada di Indonesia hanya mengandalkan buruh murah dan menguras sumber daya alam.

Kondisi ini masih terus berlanjut hingga saat ini. Jika terus dibiarkan, Indonesia tidak bakalan maju dan terus digilas oleh kemajuan Thailand. “Masalahnya industri di sini hanya mengandalkan biaya buruh murah bukan value added. Masih belum seperti apa yang saya bayangkan. Thailand saja sudah jadi detroit Asia,” kata Rachmat di Indonesia Banking Expo 2014, JCC, Senayan, Jakarta, Kamis (28/8).

Untuk menjadi negara industri unggulan dan memberikan nilai tambah pada negara, pemerintah harus mengarahkan investasi bermutu. Pemerintah harus mendorong industri mengembangkan research and development mereka di Indonesia.

“Sekarang banyak dikembangkan di Singapura dan Malaysia. Padahal kita punya banyak penduduk dan ini modal menjadikan mereka ahli perkembangan ke depan,” katanya.

Terus memburuknya kondisi industri dalam negeri juga disebabkan murahnya komponen impor daripada komponen dalam negeri. Tidak peraturan yang mendukung industri agar menggunakan komponen dalam negeri.

“Komponen impor lebih murah daripada buat dalam negeri. Peraturan tidak mendukung industri dalam negeri. Banyak PPN, pajak dan segala macam ruwet sekali,” katanya.

http://www.merdeka.com/uang/industri-indonesia-payah-cuma-andalkan-buruh-murah-dan-sda.html

Daripada Jual Pesawat, Bagusan Kau Desak Jokowi Beli Lagi Indosat, Sirait!

Admins     09.08  No comments
Pesawat kepresidenan merupakan salah satu produk prestisius dari pemerintahan SBY. Karena itu tidak perlu dijual lagi, apalagi pesawat tersebut baru dibeli.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pemuda Pertahanan Nasional (Papernas) Mora Harahap, Jakarta, Kamis (4/9) menanggapi usulan Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait agar pemerintahan mendatang melakukan efisiensi untuk menyelamatkan perekonomian salah satunya menjual pesawat kepresidenan.

"Jangan jadikan efisiensi, Ara ngawur seperti itu. Pesawat kepresidenan sudah dibeli kok malah dijual. Itu aset yang harus dijaga," tegas Mora seperti dilansir RMOL.

Menurut Mora, akan lebih baik kalau Maruarar mengusulkan kepada Jokowi untuk kembali membali Indosat. "Lebih baik Ara desak Jokowi untuk membeli kembali satelit Indosat yang dijual Megawati dulu," ujar mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini.

Apalagi Jokowi sudah pernah mengungkapkan hal itu saat debat capres.Publik jangan sampai lupa dengan janji Jokowi ini.

"Saya mulai mencium aroma lupa akan janji-janji politiknya di lingkaran Jokowi. Dulu kan Pak Jokowi bilang Indosat bisa di buy back (dibeli kembali). Kenapa Ara enggak mendesak itu saja dibandingkan mengusulkan jual pesawat kepresidenan," ungkapnya.

Pansus TransJakarta Digulirkan, Siapa Yang Cemas?

Admins     07.30  No comments
DPRD DKI Jakarta Peridoe 2014-2019 yang baru dilantik berencana membentuk panitia khusus (pansus) transjakarta untuk membongkar skandal korupsi di era gubernur Joko "Jokowi" Widodo.

Wakil Ketua sementara DPRD DKI Jakarta Mohammad Taufik mengatakan, kemungkinan besar pansus transjakarta akan segera dibentuk pada September. Pembentukannya, kata dia, dilakukan setelah DPRD memiliki struktur organisasi.

"Kemungkinan pada bulan September ini, karena pada bulan ini DPRD sudah ada ketua dan para wakil definitif, dan sudah terbentuk komisi-komisi," kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (3/9/2014), seperti diberitakan KOMPAS.

Taufik menilai, pembentukan pansus transjakarta harus dilakukan untuk mengetahui kenapa bus-bus yang baru dibeli ternyata mengalami karat pada komponennya. Apalagi, kata dia, pengadaan bus merupakan program andalan Gubernur Jokowi yang sejak awal ingin meremajakan bus di Jakarta.

"Dulu bilang mau beli 1.000 bus, baru beli 300 aja sudah banyak yang rusak, meledak, masalah semua. Belum lagi yang patah, ban copot, itu kan mengancam jiwa orang. Sampai sekarang belum ada yang bertanggung jawab. Siapa yang izinkan operasional? Kalau sudah hangus, gimana?" ujar anggota Fraksi Gerindra itu.

Seperti diketahui, kasus korupsi TransJakarta masih ditangani Kejaksaan Agung. Namun pihak Kejagung belum 'memyentuh' gubernur DKI, hanya menjadikan Udar Pristono, mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta sebagai tersangka. Belum digarapnya Jokowi selaku orang nomor satu DKI ini membuat banyak pihak menanyakan azas keadilan hukum. Bahkan Udar merasa hanya dijadikan korban.

Recent Post

Proudly Powered by Blogger.