Dibalik Penunjukan Ipar James Riyadi 'LIPPO Group' Jadi Penasihat TNI

Admins     08.01  No comments
“Apa yang sedang terjadi dengan negeri ini ?!”

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menunjuk Chief Eksekutif Officer (CEO) Mayapada Group, Dato' Sri Prof. Dr. Tahir, sebagai Penasihat Bidang Kesejahteraan Prajurit TNI. Penunjukan tersebut karena Tahir memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.

Dato' Sri Prof. Dr. Tahir adalah seorang konglomerat dengan banyak bisnis yang juga merupakan Ipar dari Konglomerat James T. Riady karena dia adalah menantu dari konglomerat Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.

Tahir (63 Tahun) di tahun 2014 ini, dinobatkan menjadi ORANG TERKAYA nomor 10 [sepuluh] di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 1,85 Miliar Dollar AS. Sementara itu untuk Keluarga mertuanya, Keluarga Mochtar Riady, menduduki peringkat 6 [enam] ORANG TERKAYA di Indonesia. Dengan berbagai bidang usaha yang dijalankan Group Lippo, Mochtar Riady tercatat memiliki kekayaan sebesar 2,5 miliar dolar AS. Lippo Bank adalah cikal bakal lahirnya perusahaan raksasa bernama Lippo Group.

Hal ini (penunjukan pengusaha sebagai penasehat TNI), memang sudah lazim terjadi dan bukan hanya kali ini saja. Namun seiring dengan menguatnya harapan agar TNI bisa lebih independen serta terus menerus memperbaiki diri, apakah langkah ini bijaksana ?!

Untuk perihal sederhana saja... ketika ada praktek bisnis dari Mayapada Group dan Afiliasinya yang melanggar hukum, beranikah aparat penegak hukum memproses dengan semestinya ?! semisal iya, diasumsikan berani, apakah prosesnya di jamin transparan ?!

Maaf, untuk postingan status kali ini, saya tidak bisa mengulas panjang lebar, karena benak hati dan pikiran saya terasa beku. Adalah impossible [kemustahilan] jika dengan penobatannya sebagai Penasehat TNI, maka TAHIR tidak mendapatkan privilege [keistimewaan] dalam hal apapun. Apalagi, dia [entah melalui Yayasan atau CSR perusahaan] akan membangun 1.000 rumah buat Prajurit TNI. Anak bangsa yang tugas utamanya adalah menjaga keutuhan NKRI kok bisa-bisanya sampai penyediaan rumahnya, [maaf] diminta-mintakan sama cukong.... Ya Allah, Ya Rabbi....! Ada Apa Dengan Negara Ini ????

Entah kenapa, ingatan saya tiba-tiba tertuju kepada “Konsep Mengatasi Kebocoran Anggaran” yang sempat di dustakan oleh para durjana pemuja pencitraan [maafkan saya, saya tidak tahan untuk tidak meluapkan perasaan]. Jika saja, konsep itu bisa diupayakan dengan baik maka tidak seharusnya para patriot bangsa yang siap menyabung nyawa itu menjadi tergadaikan asa-nya oleh fasilitas dari cukong.

Untuk saudara-saudaraku TNI, anda jangan salah paham dengan status saya, karena di sini saya justru sedang membela kehormatan prajurit dan anda memang berhak untuk itu. Seandainya kekayaan SDA [sumber daya alam ;tambang minyak & gas bumi serta mineral] Indonesia ini dikelola dengan benar, maka sungguh negara ini akan menjadi negara makmur gemah ripah loh jinawi yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara lain.

Anda pembaca status ini, masih ingat Kasus Gayus Tambunan khan ? hanya seorang Gayus saja menurut berita yang pernah di rilis oleh Majalah Tempo, kasus Gayus itu mencakup uang sebesar Rp1,7 triliun. Gayus menyimpan sejumlah uangnya di beberapa deposit box dan menurut Tempo dia berulang kali membujuk penyidik akan memberikan deposit box tersebut—kecuali satu untuk dia dan keluarga–asal dibebaskan atau hukumannya diringankan. Sekali lagi maaf, saya masih waras untuk tidak mengeneralisir semua aparat perpajakan adalah seperti Gayus. Saya hanya mau bilang bahwa seorang oknum saja bisa begitu, dan ada kemungkinan oknum yang lain.

Tidak ada muatan CHAUVINISME [Rasa Cinta Tanah Air yang Berlebihan] dan Juga RASIS dalam konteks postingan ini. Status ini adalah kasuistik dan tidak menggeneralisir individu... dan sebagaimana yang pernah saya ulas dalam postingan saya yang lain, tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang bisa hidup tenang ketika gejolak SARA meletup.

Akhir kata, berita ini adalah puncak jawaban dari pertanyaan besar selama ini bahwa memang NKRI ini telah tergadaikan kepada Asing dan Aseng. Tidak usah / perlu melakukan perdebatan yang berbusa-busa dan panjang lebar tentang hal ini, itu hanya akan menghabiskan energi sia-sia. Prinsipnya, kita rakyat tidak boleh untuk mudah diprovokasi dan dipecah belah oleh Asing & Aseng. Soal ini [Penunjukan Pengusaha sebagai Penasehat TNI] kita percayakan pengurusannya oleh wakil2 kita di DPR RI.

Mari tetap jaga kedamaian dan kemananan di lingkungan kita. Hal kecil dan mendasar yang bisa dilakukan sekarang adalah memberdayakan rakyat karena Kedaulatan Negara ini sesungguhnya adalah di tangan rakyat. Ini bisa dilakukan dengan cara menjalankan peran masing2 individu warga negara secara optimal dan penuh tanggung jawab. Maka pemberdayaan masyarakat (civil society) tsb. akan bisa menjadi motor utama penggerak kekuatan rakyat demi tetap tegaknya Kedaulatan NKRI. (Tara Palasara/intriknews)

Peneliti Inggris Ini Temukan Cium Bau Kentut Baik Untuk Kesehatan

Admins     09.30  No comments
Peneliti dari University of Exeter, Inggris, mengatakan bahwa mencium bau kentut baik untuk Anda. Para peneliti menempatkan dengan cara tertentu dosis kecil hidrogen sulfida (H2S), gas berbau seperti telur busuk itu dapat membantu menjaga sel-sel untuk tetap sehat dan mengurangi risiko penyakit seperti demensia, diabetes, serangan jantung, stroke, bahkan penyakit kanker.

Bau kentut bisa menjadi hal terbaik yang Anda lakukan hari ini, demikian dikatakan peneliti University of Exeter, Inggris. Para peneliti mengatakan hidrogen sulfida yang diproduksi dalam usus yang menyebabkan gas beracun dalam dosis besar, sebenarnya cukup bermanfaat tapi dalam jumlah lebih kecil. Secara khusus, hal itu mempertahankan mitokondria yang sangat penting untuk kehidupan sel.

Meskipun hidrogen sulfida dapat dikenali dari baunya yang sangat tajam seperti bau telur busuk karena perut kembung, tapi secara alami diproduksi dalam tubuh dan sebenarnya bisa menjadi pahlawan kesehatan dengan implikasi yang signifikan untuk terapi berbagai penyakit pada masa depan," kata peneliti.

Para peneliti tidak meminta orang-orang untuk mengendus-endus ke arah keluarnya kentut. Sebaliknya, mereka telah mengembangkan senyawa yang disebut AP39 dan memberikannya dalam dosis yang tepat untuk sel-sel. Hal ini dapat mencegah atau memperbaiki kerusakan mitokondria yang dianggap kunci untuk mengobati berbagai penyakit.

Jika penelitian ini terbukti secara signifikan, Anda mungkin akan membayar atau berterima kasih kepada pria yang kentut seperti di tempat kerja, rumah, sekolah atau tempat lainnya karena telah menyelamatkan hidup Anda, demikian ditulis Laura Stamper kepada Time. 



sumber: didno76.com

Panglima TNI Tunjuk Ipar James Riyadi 'LIPPO Group' Jadi Penasehat TNI

Admins     19.30  No comments
Tara Palasara 

BREAKING NEWS !!!
Panglima TNI Tunjuk Ipar James T. Riyadi Jadi Penasihat TNI


“Apa Yang Sedang Terjadi Dengan Negeri Ini ?!”

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menunjuk Chief Eksekutif Officer (CEO) Mayapada Group, Dato' Sri Prof. Dr. Tahir, sebagai Penasihat Bidang Kesejahteraan Prajurit TNI. Penunjukan tersebut karena Tahir memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.

Dato' Sri Prof. Dr. Tahir adalah seorang Konglomerat dengan banyak bisnis yang juga merupakan Ipar dari Konglomerat James T. Riady karena dia adalah menantu dari Konglomerat Mochtar Riady, pendiri Lippo Group.

Tahir [umur 63 Tahun] di tahun 2014 ini, dinobatkan menjadi ORANG TERKAYA nomor 10 [sepuluh] di Indonesia dengan total kekayaan mencapai 1,85 Miliar Dollar AS. Sementara itu untuk Keluarga mertuanya, Keluarga Mochtar Riady, menduduki peringkat 6 [enam] ORANG TERKAYA di Indonesia. Dengan berbagai bidang usaha yang dijalankan Group Lippo, Mochtar Riady tercatat memiliki kekayaan sebesar 2,5 miliar dolar AS. Lippo Bank adalah cikal bakal lahirnya perusahaan raksasa bernama Lippo Group.

Hal ini [penunjukan pengusaha sebagai penasehat TNI], memang sudah lazim terjadi dan bukan hanya kali ini saja. Namun seiring dengan menguatnya harapan agar TNI bisa lebih independen serta terus menerus memperbaiki diri, apakah langkah ini bijaksana ?!

Untuk perihal sederhana saja... ketika ada praktek bisnis dari Mayapada Group dan Afiliasinya yang melanggar hukum, beranikah aparat penegak hukum memproses dengan semestinya ?! semisal iya, diasumsikan berani, apakah prosesnya di jamin transparan ?!

Maaf, untuk postingan status kali ini, saya tidak bisa mengulas panjang lebar, karena benak hati dan pikiran saya terasa beku. Adalah impossible [kemustahilan] jika dengan penobatannya sebagai Penasehat TNI, maka TAHIR tidak mendapatkan privilege [keistimewaan] dalam hal apapun. Apalagi, dia [entah melalui Yayasan atau CSR perusahaan] akan membangun 1.000 rumah buat Prajurit TNI. Anak bangsa yang tugas utamanya adalah menjaga keutuhan NKRI kok bisa2nya sampai penyediaan rumahnya, [maaf] diminta-mintakan sama cukong.... Ya Allah, Ya Rabbi....! Ada Apa Dengan Negara Ini ????

Entah kenapa, ingatan saya tiba-tiba tertuju kepada “Konsep Mengatasi Kebocoran Anggaran” yang sempat di dustakan oleh para durjana pemuja pencitraan [maafkan saya, saya tidak tahan untuk tidak meluapkan perasaan]. Jika saja, konsep itu bisa diupayakan dengan baik maka tidak seharusnya para patriot bangsa yang siap menyabung nyawa itu menjadi tergadaikan asa –nya oleh fasilitas dari cukong.

Untuk saudara-saudaraku TNI, anda jangan salah paham dengan status saya, karena di sini saya justru sedang membela kehormatan prajurit dan anda memang berhak untuk itu. Seandainya kekayaan SDA [sumber daya alam ;tambang minyak & gas bumi serta mineral] Indonesia ini dikelola dengan benar, maka sungguh negara ini akan menjadi negara makmur gemah ripah loh jinawi yang berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara lain.

Anda pembaca status ini, masih ingat Kasus Gayus Tambunan khan ? hanya seorang Gayus saja menurut berita yang pernah di rilis oleh Majalah Tempo, kasus Gayus itu mencakup uang sebesar Rp1,7 triliun. Gayus menyimpan sejumlah uangnya di beberapa deposit box dan menurut Tempo dia berulang kali membujuk penyidik akan memberikan deposit box tersebut—kecuali satu untuk dia dan keluarga–asal dibebaskan atau hukumannya diringankan. Sekali lagi maaf, saya masih waras untuk tidak mengeneralisir semua aparat perpajakan adalah seperti Gayus. Saya hanya mau bilang bahwa seorang oknum saja bisa begitu, dan ada kemungkinan oknum yang lain.

Tidak ada muatan CHAUVINISME [Rasa Cinta Tanah Air yang Berlebihan] dan Juga RASIS dalam konteks postingan ini. Status ini adalah kasuistik dan tidak menggeneralisir individu... dan sebagaimana yang pernah saya ulas dalam postingan saya yang lain, tidak ada satupun bangsa di dunia ini yang bisa hidup tenang ketika gejolak SARA meletup.

Akhir kata, berita ini adalah puncak jawaban dari pertanyaan besar selama ini bahwa memang NKRI ini telah tergadaikan kepada Asing dan Aseng. Tidak usah / perlu melakukan perdebatan yang berbusa-busa dan panjang lebar tentang hal ini, itu hanya akan menghabiskan energi sia-sia. Prinsipnya, kita rakyat tidak boleh untuk mudah diprovokasi dan dipecah belah oleh Asing & Aseng. Soal ini [Penunjukan Pengusaha sebagai Penasehat TNI] kita percayakan pengurusannya oleh wakil2 kita di DPR RI.

Mari tetap jaga kedamaian dan kemananan di lingkungan kita. Hal kecil dan mendasar yg bisa dilakukan sekarang adalah memberdayakan rakyat karena Kedaulatan Negara ini sesungguhnya adalah di tangan rakyat. Ini bisa dilakukan dengan cara menjalankan peran masing2 individu warga negara secara optimal dan penuh tanggung jawab. Maka pemberdayaan masyarakat (civil society) tsb. akan bisa menjadi motor utama penggerak kekuatan rakyat demi tetap tegaknya Kedaulatan NKRI.

---------------------------

Panglima TNI Tunjuk Bos Mayapada Jadi Penasihat
Antara - 18 September 2014 12:31 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko menunjuk Chief Eksekutif Officer (CEO) Mayapada Group, Dato' Sri Prof. Dr. Tahir, sebagai Penasihat Bidang Kesejahteraan Prajurit TNI. Penunjukan tersebut karena Tahir memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan prajurit TNI.

"Saya ucapkan selamat kepada Dato Sri Tahir yang sudah diangkat sebagai penasihat. Kami angkat Tahir karena membantu di bidang kesejahteraan prajurit," kata Panglima TNI, di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/9/2014).

Menurut dia, dalam kontribusinya, Tahir berencana melakukan pengadaan 1.000 rumah bagi prajurit, yang akan dibangun di sekitar ibukota Jakarta.

"Saat ini, masih ada sekitar 250 ribu prajurit yang belum memiliki rumah tinggal. Hal ini menunjukkan separuh prajurit TNI yang ada harus dipikirkan kesejahteraannya di bidang perumahan," kata Moeldoko.

Peningkatan kesejahteraan prajurit, dikatakan Panglima adalah salah satu tugas pokok TNI selain persiapan tempur. Pembahasannya pun sudah sampai di Komisi I DPR RI, yakni membuat rencana strategis (renstra) II 2014-2019 di bidang kesejahteraan prajurit.

"Semua termasuk tugas pokok TNI. Yakni siap tempur dan menjaga kesejahteraan prajurit," tuturnya.

Tahir menjelaskan, pihaknya selama ini sudah cukup aktif turut serta membantu TNI, terutama dalam pengadaan rumah prajurit. Dirinya merencanakan akan membangun 1.000 rumah.

"Kami selama ini sudah cukup aktif di beberapa bidang dengan TNI. Terutama kita concern mengenai perumahan. Kami akan bangun 1.000 rumah prajurit di sekitar Jakarta," kata Tahir.

Tak hanya itu, tambah dia, pihaknya juga akan membangun 500 perumahan prajurit untuk tiga angkatan di setiap provinsi di Indonesia, sehingga diharapkan, prajurit TNI yang belum memiliki rumah akan terbantu.

"Tiap provinsi akan dibangun 500 rumah. Dari jumlah itu akan dibagi di tiga angkatan, yakni angkatan darat, laut dan udara," kata Tahir. (LOV)

http://m.metrotvnews.com/read/2014/09/18/293392

Sekjen PDIP: Kita kan TNI, Taat Nurut Instruksi

Admins     15.30  No comments
Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) tetap dibawah kendali Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Tjahjo Kumolo, dalam perbincangan di salah satu stasiun televisi swasta, Kamis (18/9/2014) malam.

Ia mengatakan, Jokowi tidak bisa bertindak sendiri dalam mengambil kebijakan pemerintahan lima tahun ke depan.

"Tidak bisa pak Jokowi seenaknya ambil kebijakan, harus konsultasi dulu dengan Ibu Mega," kata Tjahjo.

Sebab, kata Tjahjo, seluruh kader partai berlambang banteng moncong putih itu harus tunduk dan patuh terhadap instruksi Megawati.

"Kita (kader PDIP) kan TNI, taat nurut instruksi (Megawati)," jelas Tjahjo.

Sumber: inilah

Luhut: "Sudah Diskusi, BBM Naik Rp3000 Bulan November" | Jokowi: "Kami Ngitung Saja Belum Rampung" |

Admins     11.30  No comments
Presiden tepilih, Joko Widodo, enggan berkomentar banyak terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter.

Padahal sebelumnya, salah satu penasihat Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut andjaitan menyebutkan, harga BBM bersubsidi akan naik sebesar Rp3.000 per liter mulai November mendatang.

Menurut Jokowi, --sapaan Joko Widodo--, kenaikan harga BBM bersubsidi itu saat ini masih dalam tahap kalkulasi. Ia akan menerima usulan dari siapa pun.

"Semua boleh mengusulkan, tetapi saya dan tim masih mengalkulasi itu. Kira-kira berapa subsidi yang akan dialihkan kepada usaha-usaha produktif di kampung dan di desa untuk petani serta nelayan," kata Jokowi usai mengadiri acara peluncuran Roadmap Perekonomian oleh Apindo di Hotel Four Seasons, Jakarta, Kamis malam, 18 September 2014 seperti dilansir Vivanews.

Jokowi pun belum bisa memastikan kenaikan harga BBM bersubsidi itu akan dilakukan oleh pemerintahan Jokowi-JK. Sebab, menurut dia, kalkulasi kenaikan harga BBM bersubsidi itu hingga saat ini belum selesai.

"Kenaikannya ya tidak bisa saya sampaikan kapan, kami ngitung saja belum rampung," tutur dia.

Sebelumya, penasihat Tim Transisi Jokowi-JK, Luhut Pandjaitan menyebutkan, harga BBM bersubsidi akan naik sebesar Rp3.000 per liter mulai November nanti.

“Kami telah berdiskusi dengan tim dari presiden terpilih dan akan menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar Rp3.000 per liter pada November. Dengan begitu, akan ada alokasi yang lebih besar untuk infrastruktur,” kata Luhut.

Luhut yakin bahwa kebijakan yang diambil Jokowi-JK itu tidak akan mendapat penolakan serius dari DPR. Karena, kenaikan harga BBM bersubsidi itu dalam perhitungan tim transisi maupun koalisi Jokowi-JK sudah menjadi keniscayaan.

“Secara informal saya tidak melihat ada masalah. Masalah ini sudah didiskusikan dengan beberapa anggota DPR dan mereka sepakat,” tuturnya.

Namun, Luhut mengakui, masalah terbesar dari kebijakan ini adalah potensi penolakan masyarakat. Berbagai aksi demonstrasi memang biasanya terjadi saat pemerintah menaikkan harga BBM.

Eva Sundari PDIP: "Kursi Menteri untuk Parpol Sebagai Penghargaan Jerih Payah Partai Pengusung Jokowi-JK"

Admins     09.00  No comments
Politikus PDIP Eva Sundari menyebutkan adanya kursi menteri untuk kalangan partai politik sebagai penghargaan atas jerih payah partai pengusung Jokowi-JK.

"Koalisi Jokowi-JK kan dibentuk tanpa syarat, jika sekarang ada kursi-kursi dasarnya asas keadilan," kata Eva di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (19/9/2014).

Menurutnya, Jokowi sebagai presiden terpilih harus memberikan penghargaan atas jasa partai politik yang mengusungnya sebagai presiden.

"Wong nyapres pakai tiket parpol, nyari suara juga pakai struktur parpol di segmen pemilih. Ada penghargaan atas kerja dan keringat parpol-parpol pengusung," tuturnya.

Seperti diketahui, Jokowi mengumumkan bahwa kabinetnya terdiri dari 34 kementerian. Adapun porsi kabinet, berasal dari 18 menteri profesional dan 16 menteri dari kader partai politik. Jokowi sendiri saat pemilihan presiden lalu didukung oleh lima partai politik, PDIP, NasDem, Hanura, PKB dan PKPI.

Sumber: inilah

Jokowi Disandera Janjinya Sendiri

Admins     07.30  No comments
Presiden terpilih Jokowi yang Senin lalu, 15 September 2014 mengumumkan struktur kabinetnya, menjadi sandera atas keputusan-keputusan menyimpang yang dibuatnya sendiri.

Demikian diungkap direktur eksekutif Poll Tracking Institute, Hanta Yudha, Kamis, 18 September 2014.

Hanta  menilai Presiden terpilih, Jokowi, akan tersandera dirinya sendiri dalam menjalankan pemerintahannya ke depan bila terus menerus tak konsisten dengan janjinya.

"Jadi, janji-janjinya yang meleset itulah yang akan menyandera dirinya sendiri sebagai presiden. Seharusnya, dia berani membuktikan janji- janjinya, tentu dengan segala konsekuensinya. Tapi, faktanya meleset," kata Yudha, di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis, 18 September 2014.

Hanta Yudha menilai, Jokowi tak mampu bersikap konsisten dan mengupayakan untuk menepati janji-janjinya selama kampanye. Hal ini yang akan menjerat dirinya dalam melaksanakan pemerintahan mendatang.

Misalnya Jokowi menjanjikan kabinet ramping, menteri tidak boleh rangkap jabatan parpol, dan koalisi tanpa syarat, atau tanpa bagi-bagi kekuasaan, membentuk pokja ketenagakerjaan.  Namun dalam perjalanan fakta politik sampai saat ini, semuanya meleset.

Hanta Yudha sendiri mengakui, tak ada yang baru dari Jokowi. Bila sebelum dilantik saja terobosan-terobosan yang Jokowi janjikan, tak ada yang jadi bukti, bagaimana akan mampu menepati ke 66 janji kampanyenya?

Recent Post

Proudly Powered by Blogger.