Buruh Menolak Penetapan KHL Kab. Purwakarta

Admins     14.29  No comments
Dewan Pengupahan Kab. Purwakarta yang baru saja menepatkan KHL di Kab. Purwakarta untuk tahun 2015 sebesar Rp. 1.955.595 atau naik dari sekitar Rp. 1.815.121 dari tahun ini. Atau naik sekitar 7.74% dibanding tahun lalu.

Angka ini masih jauh dari tuntutan buruh karena survey yang dilakukan terbukti tidak transparan dan banyak angka-angka yang asal tembak dari angka survey KHL tahun kemarin.

Untuk itu, ribuan buruh dalam aksi hari ini, Kamis, 16 Oktober 2014, di Kantor Disnaker Kab. Purwakarta menolak hasil survey KHL yang telah ditetapkan oleh Depekab Purwakarta.

KHL merupakan komponen utama yang akan menentukan penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) yang rencananya akan diketuk palu pada 5 November 2014 mendatang.

Dari aksi buruh tersebut, setelah perwakilan aksi diterima oleh pihak dari Disnaker Kab. Purwakarta, disepakati angka KHL yang telah ditetapkan akan di revisi lagi dengan melakukan survey ulang yang lebih transparan dan sesuai dengan riil yang ada. Buruh silahkan melakukan pengawalan terhadap revisi dan survey yang akan dilakukan hari Selasa, 21 Oktober 2014.

Dengan penetapan KHL dari hasil survey yang terindikasi penuh kecurangan dan kongkalikong antara Pemerintah, wakil pengusaha dan wakil SP hitam, bagi buruh ini adalah dimulainya kembali rezim upah murah akan diterapkan di Purwakarta.

NASIB BURUH DITANGAN BURUH

Bukan ditangan APINDO...Pemerintah...apalagi wakil buruh palsu yang ternyata owner sebuah perusahaan...seorang pengusaha...anggota APINDO...???


JANGAN LUPA...!!!

Selasa, 21 Oktober 2014, di Kantor Disnaker Kab. Purwakarta

Gelar event pengawalan meeting Depekab Purwakarta

"PERJAMUAN KOPI GELAS PLASTIK"

Fuad Boke: Mereka sudah bersekongkol...Disnaker, wakil pengusaha dan wakil SP hitam

Admins     14.00  No comments
Kami dari Purwakarta telah memulai perlawanan tolak upah murah hari ini, 16 Oktober 2014. Kami menolak putusan KHL yang telah ditetapkan Depekab Purwakarta. Bila tuntutan tak dipenuhi, kami akan mogok daerah, saya berharap daerah-daerah lain segera bergerak.

Gak ada pilihan selain turun ke jalan dan aksi, suara kita tak pernah didengar, survey yang ngawur dan main asal tembak aja angka-angka KHL.

Mereka sudah bersekongkol...Disnaker, wakil pengusaha dan wakil SP hitam.

Tanggal 21, 30 Oktober dan 5 November 2014, puncaknya...kami akan kawal terus perundingan Depekab Purwakarta.

Solidarity Forever

(Fuad Boke)

Hari Ini, 16/10/2014, Ribuan Buruh Kepung Kantor Disnaker Purwakarta

Admins     09.04  No comments
Langkah awal persatuan pergerakan buruh sepertinya sudah dimulai hari ini, 16/10/2014. Seperti tahun-tahun sebelumnya, langkah awal ini selalu dimulai dari pergerakan buruh dari Kawasan Industri BIC dibawah komando dari FSPMI. Genderang perlawanan terhadap upaya sistematis melegalkan upah murah 2015 di Purwakarta telah dimulai.

Terlihat ribuan buruh berangkat dengan semangat dan penuh keyakinan akan perjuangannya. Ini merupakan ihktiar buruh untuk menentukan nasibnya sendiri karena apa yang diharapkan bisa dilakukan oleh Depekab Purwakarta sebagai wadah representatif penentuan UMK dengan mempertemukan Pemerintah, Pengusaha (APINDO) dan wakil buruh plus seorang akademisi sudah tidak bisa diharapkan lagi.

Aroma tidak sedap, bau bangkai di dalam Depekab Purwakarta sudah sangat mengganggu indra penciuman buruh. Dikawatirkan jika hal ini terus menerus dibiarkan akan semakin membuat nasib buruh di Purwakarta semakin tidak karuan. Apalagi dengan adanya wakil buruh di depekab yang ternyata owner sebuah perusahaan...seorang pengusaha!

NASIB BURUH DITANGAN BURUH
Bukan ditangan APINDO...Pemerintah...apalagi wakil buruh palsu yang ternyata owner sebuah perusahaan...seorang pengusaha...anggota APINDO...???

Hari ini Goyang Ria...

Selasa, 21 Oktober 2014, Purwakarta Goyang Heboh...di Kantor Disnaker Purwakarta, special event "PERJAMUAN KOPI GELAS PLASTIK"

Ada Yang Kepo Tentang "Perjamuan Kopi Gelas Plastik", 21/10/2014

Admins     19.30  No comments
Menanggapi keingintahuan pihak-pihak yang terkait, termasuk dari APINDO maupun dari Pemerintah dengan meeting Depekab Purwakarta, Selasa, 21 Oktober 2014, apakah benar ini akan menjadi awal persatuan kembali pergerakan buruh Purwakarta atau bahkan ini bisa jadi titik pertemuan yang bisa mempersatukan kembali seluruh elemen-elemen pergerakan buruh Purwakarta?

Untuk kalangan buruh sendiri tentu besar sekali harapannya itu bisa terwujud tapi bagaimana caranya, kalau untuk datang pengawalan meeting Depekab saja tidak mau...???
 
APINDO maupun Pemerintah begitu besar sekali perhatian dan kekawatiran mereka akan kembali bersatunya kekuatan buruh di Purwakarta. Tak bisa dipungkiri, bersatunya kekuatan buruh menjadi sesuatu hal yang paling ditakuti oleh mereka bahkan bisa jadi melebihi ketakutan mereka kepada Sang Khaliq. Sebuah ketakutan yang tidak masuk akal dan diluar nalar umat beragama. Sebuah ketakutan karena merasa akan berkurangnya rejeki yang telah didapat selama ini. wallahu a'lam bishawab

Kami sendiri juga belum tahu apakah ini bakal terwujud menjadi sebuah pergerakan permanen ataukah hanya sebuah pergerakan sporadis atau bahkan hanya sebuah mimpi tanpa akhir. Jangankan itu, siapa saja yang akan hadir atau datang dalam "perjamuan kopi gelas plastik"-pun kami tidak tahu. Seberapa banyak massa yang akan berkumpul dan menyuarakan "Tolak Upah Murah", "Stop Pembodohan Buruh Terstruktur Lewat Depekab", "Depekab...Stop Melacurkan Diri", dan berbagai macam teriakan-teriakan perlawanan lainnya kamipun tidak tahu.

Yang pasti kawan-kawan buruh beserta elemen-elemen-nya sudah tahu dan sepakat dengan keyakinan dan semangat-nya masing-masing bahwa semua sepakat serta berkata "tanpa SP/SB kami kalian pasti gagal".

So...silahkan datang dan buktikan serta tentukan sendiri nasib anda...

NASIB BURUH DITANGAN BURUH

Bukan ditangan APINDO...Pemerintah...apalagi wakil buruh palsu yang ternyata owner sebuah perusahaan...seorang pengusaha...anggota APINDO...???

Selasa, 21 Oktober 2014, di Kantor Disnaker Purwakarta

Kutunggu goyangan kalian...dalam "PERJAMUAN KOPI GELAS PLASTIK"

Migrant Care: Nyawa Buruh Migran Paling “Murah” di Masa SBY

Admins     10.30  No comments
 
 
 Lembaga pemerhati Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri, Migrant Care, menilai politik luar negeri pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selama 10 tahun ini sudah gagal meningkatkan kesejahteraan buruh migran.

“Selama masa reformasi, nyawa buruh migran yang paling ‘murah’ adalah masa pemerintahan SBY,” kata Aktivis Migran Care, Wahyu Susilo, dalam konferensi pers “Rapor Merah Kebijakan Politik Luar Negeri SBY” di Jakarta, Minggu (12/20/2014).

Selain Migrant Care, hadir perwakilan aktivis lain yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sipil untuk Kebijakan Luar Negeri, yakni INFID, IGJ, Walhi, PWYP, PATTIRO, ASPPUK, Koalisi Perempuan Indonesia dan Bina Desa.

Wahyu mengatakan, kebijakan di masa SBY lebih berorientasi pada mengirim TKI sebanyak-banyaknya demi mendapatkan devisa besar. Namun, pemerintah tidak melindungi warganya yang berada di negara lain.

“Pemerintah memperlakukan TKI seperti komoditi dan industri. Ini kegagalan utama politik luar negeri pemerintahan SBY,” ujarnya.

Sepanjang 2013 saja, kata Wahyu, setidaknya ada 398.270 kasus yang menimpa buruh migran di berbagai negara tujuan. Para korban mayoritas perempuan yang bekerja di sektor rumah tangga, khususnya di Malaysia dan Arab Saudi.

Menurut wahyu, ada 265 TKI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Sepanjang 10 tahun masa pemerintahan SBY, kata Wahyu, ada tiga buruh migran Indonesia yang dieksekusi mati tanpa pembelaan yang berarti dari pemerintah. Tiga buruh itu adalah Yanti Iriayanti, Agus Damansiri dan Ruyati.

Wahyu menambahkan, Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2004 tentang TKI sangat lemah dan mudah sekali diabaikan. Bahkan, langkah pemerintah membentuk Badan Nasional Perlindungan dan Penempatan TKI (BNP2TKI) tidak cukup bermanfaat. “Menurut survei pelayanan publik, lembaga itu adalah insitusi negara dengan kualitas pelayanan publik paling rendah,” katanya.

Ironisnya, negara lain terbukti lebih menaruh perhatian kepada buruh Migran Indonesia. Wahyu mengatakan, pada pertemuan G20, Presiden Perancis justru mengecam eksekusi mati Ruyati dengan memprotes Arab Saudi yang mengeksekusi hukuman mati karena tidak sesuai hak asasi manusia. “SBY bungkam saja,” kata Wahyu.

Pagi pagi istri sudah marah? Ini Tips Menghadapinya

Admins     05.30  No comments
Pagi pagi istri sudah marah? Jika anda istri, jangan pernah anda lakukan. Jika anda suami, bersabarlah.

Suatu ketika seorang laki-laki mendatangi Khalifah untuk mengadukan perilaku isterinya. Ia menunggu sang Khalifah di depan pintu rumah beliau.

Tiba-tiba laki-laki tersebut mendengar isteri Khalifah sedang memarahi beliau, dan beliau diam saja tidak menanggapi.

Laki-laki itu akhirnya pulang dan berkata dalam hati, “Jika keadaan Khalifah seperti itu, lalu bagaimana dengan saya?”

Sang Khalifah keluar dari rumah dan melihat laki-laki itu berpaling.

“Apa keperluanmu?” tanya Khalifah.

“Wahai Khalifah, sebenarnya saya datang untuk mengadukan sikap dan perbuatan isteri saya kepada saya, namun saya mendengar hal yang sama pada isteri anda, akhirnya saya pulang dan berkata dalam hati: Jika keadaan Khalifah seperti ini lalu bagaimana dengan saya?”

“Wahai saudaraku, saya tetap sabar atas perbuatannya, karena memang itu kewajiban saya. Isteri sayalah yang memasakkan makanan saya, membuatkan roti untuk saya, mencucikan pakaian, dan menyusui anak saya, sedang semua itu bukanlah kewajibannya. Disamping itu hati saya merasa tenang untuk tidak melakukan perbuatan haram. Karena itulah saya tetap bersabar atas perbuatannya itu”, jawab Khalifah.

“Wahai Khalifah, isteri sayapun demikian”, kata laki-laki tersebut.

“Karena itu, bersabarlah wahai saudaraku. Ini hanya sebentar,” kata Sang Khalifah.

Kisah Khalifah Umar bin Khathab di atas dinukil dari kitab Al Kaba’ir karya Adz Dzahabi dan kitab Az Zawajir karya Al Haitami, dibahasakan ulang secara populer.

(Cahyadi Takariawan)

Nasib Depekab Purwakarta Makin Tidak Jelas

Admins     19.30  No comments
Dewan Pengupahan Kabupaten - Purwakarta hingga saat ini masih saja melakukan hal-hal yang diluar nalar kemanusiaan. Sudah wakil pemerintah yang lebih pro ke pengusaha (APINDO), masih ditambah pula dengan menunjuk wakil buruh yang ternyata owner sebuah perusahaan yang artinya seorang pengusaha menjadi salah satu wakil buruh di Depekab Purwakarta.

Dengan adanya itu, sudah jelas menunjukkan kemana arah yang akan dituju oleh Depekab Purwakarta. Bisa jadi APINDO, Pemerintah tengah bermesraan threesome dengan seorang pengusaha, owner sebuah perusahaan yang menjadi wakil buruh. Sang wakil tersebut dalam satu kesempatan pernah bilang ke kami bahwa beliau akan bersikap profesional dalam menjalankan tugasnya.

Profesional...ya profesional sepertinya sekarang menjadi sebuah kata yang ampuh untuk mengaburkan tujuan yang sebenarnya. Rasanya seperti mengikuti kata-kata dari presiden terpilih jokowi yang menggunakan kata "profesional" didepan partai untuk calon menteri-menteri-nya yang berasal dari partai politik.

Dalam wikipedia disebutkan seorang profesional adalah seseorang yang menawarkan jasa atau layanan sesuai dengan protokol dan peraturan dalam bidang yang dijalaninya dan menerima gaji sebagai upah atas jasanya. Orang tersebut juga merupakan anggota suatu entitas atau organisasi yang didirikan seusai dengan hukum di sebuah negara atau wilayah. Meskipun begitu, seringkali seseorang yang merupakan ahli dalam suatu bidang juga disebut "profesional" dalam bidangnya meskipun bukan merupakan anggota sebuah entitas yang didirikan dengan sah.

Pertanyaan yang berkecamuk di kepala kami, profesional yang mana yang lebih dominan didalam diri sang wakil buruh tersebut, profesional sebagai pengusaha atau profesional sebagai pekerja?

Dalam litelatur yang lain disebutkan seorang profesional adalah orang yang menyadari betul arah kemana ia menjurus, mengapa ia menempuh jalan itu, dan bagaimana caranya ia harus menuju sasarannya.

Bisa kacau nasib buruh di Purwakarta kalau langkahnya sekarang adalah merupakan salah satu cara culasnya sebagai seorang pengusaha untuk meraih sasarannya sebagai Profesional Pengusaha, sebagai owner sebuah perusahaan.

Selasa, 21 Oktober 2014, kita buktikan bersama-sama dengan mengawal meeting Depekab Purwakarta di Kantor Disnakertrans Purwakarta.

NASIB BURUH DITANGAN BURUH
Bukan ditangan APINDO...Pemerintah...apalagi wakil buruh palsu yang ternyata owner sebuah perusahaan...seorang pengusaha...anggota APINDO..???

Recent Post

Proudly Powered by Blogger.